Mengunjungi Gedung Sate dan Kantor Pos Bandung Saksi Sejarah Indonesia

Mengunjungi Gedung Sate dan Kantor Pos Bandung Saksi Sejarah Indonesia – Baru pertama kali ke Kota Bandung? Anda harus mengunjungi salah satu gedung kuno yang menjadi ikon kota Bandung yaitu Gedung Sate. Gedung tua yang kini dijadikan kantor Gubernur Jawa Barat ini dibangun pada tahun 1920 dimasa penjajahan Belanda.


Mengapa dinamakan Gedung Sate? Karena di pucuk menara utama gedung ini terdapat ornamen tusuk sate dengan ornamen jambu air yang berjumlah enam buah yang konon menunjukkan jumlah biaya pembangunan gedung tersebut yaitu enam juta gulden. Wah, cukup mahal juga ya biaya pembangunannya. Materi tusuk sate dan jambu air itu adalah perunggu berwarna hijau.

Gedung Sate yang berada di Jalan Diponegoro 22 Bandung ini berada di pusat kota Bandung. Anda dapat naik angkutan umum atau yang lebih mudah adalah menggunakan jasa gojek seperti saya. Sayangnya gedung ini tidak dibuka untuk umum karena memang gedung ini adalah pusat pemerintahan propinsi. Pasti harus ada ijin yang kita dapatkan sebelum kita masuk ke gedung ini. Tapi berfoto di depan gedung ini cukup memuaskan saya hari itu dan menikmati tamannya yang indah dari luar pagar.

Tepat di samping Gedung Sate, tepatnya di samping kanan, dengan pintu masuk dari Jalan Cilaki; terdapat Gedung Pos Pusat Indonesia yang didalamnya juga terdapat Museum Pos Indonesia. Selain Museum, kegiatan operasional normal PT Pos Indonesia juga dilayani ditempat ini.

Mengunjungi Gedung Sate dan Kantor Pos Bandung

Seperti Gedung Sate, bangunan Gedung Pos Pusat Indonesia ini juga dibangun pada masa penjajahan Belanda yaitu pada tahun yang sama 1920. Bangunan khas Belanda yang kokoh dengan design unik ini telah menjadi saksi perjalanan pos di Indonesia sejak jaman Pemerintahan Hindia Belanda, masa penjajahan Jepang hingga masa kemerdekaan Indonesia sampai hari ini saat kemoderenan mulai menggerus Pos Indonesia.

Museum Pos sendiri memiliki koleksi lebih dari dua ratus ribu perangko bahkan perangko pertama di dunia yang bergambar The Penny Black terbitan Inggris tahun 1840 tersimpan di museum ini. Selain perangko, museum ini juga memiliki koleksi timbangan, kotak surat, seragam tukang pos, cap pos dan benda-benda pos lain.

Karena itu, jika Anda sedang berada di kota Bandung, apalagi jika baru pertama kalinya, jangan lupa mengunjungi Gedung Sate dan Kantor Pos Bandung Saksi Sejarah Indonesia.

3 Comments

  1. Brendon Unterman October 2, 2017
  2. lilyudha1 October 10, 2017
  3. Major December 13, 2017

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!