Mencicipi Rasa Nasi Katok Mama di Bandar Seri Begawan

Mencicipi Rasa Nasi Katok Mama di Bandar Seri Begawan – Melanjutkan cerita saya sebelumnya tentang perjalanan ke Brunei Darussalam, mungkin Anda telah membaca sedikit tentang Nasi Katok. Ya, ini adalah makanan yang menurut banyak orang harus dimakan jika berada di Bandar Seri Begawan, ibu kota Brunei Darussalam. Ya, Nasi Katok adalah makanan khas Brunei.

Sebelum tiba di Brunei Darussalam, saya penasaran dengan namanya. Karena saya besar di Pulau Jawa, Katok berarti Celana di Jawa. Setelah tiba di Bandar Seri Begawan dan bertanya pada mereka yang tinggal disana, barulah saya mendapatkan ceritanya mengapa nama makanan ini Nasi Katok.

Ternyata, Nasi Katok ini ada sejarahnya. Dahulu kala, di daerah Mabohai; ada sepasang suami istri keturunan China yang berjualan nasi di rumah mereka. Nah, pembelinya harus mengetuk pintu rumah itu untuk dapat membeli sebungkus nasi. Ketok di Brunei dilafalkan dengan Katok. Jadilah, nasi ini dinamakan Nasi Katok.
Mencicipi Rasa Nasi Katok Mama di Bandar Seri Begawan

Awalnya Nasi Katok ini dijual di siang hari dan mayoritas pembelinya adalah pekerja. Mereka yang di jam makan malamnya membeli nasi bungkus dengan mengetuk rumah penjualnya.

Isi Nasi Katok tetap sama sejak dulu hingga sekarang. Dalam sebungkusnya terdapat nasi putih, ayam goreng, sedikit kuah dan tentunya sambal. Beras yang dipakai adalah beras pulen sehingga tentu saja rasanya enak dan legit. Namun sekarang, untuk membelinya para pembeli tidak perlu lagi mengetok pintu dan jendela karena sudah menjadi tempat makan yang lebih modern.

Dari banyak informasi yang saya dan teman-teman dapatkan, Nasi Katok Seri Mama adalah yang paling direkomendasikan. Karena penasaran, kami harus makan nasi ini sebelum meninggalkan Bandar Seri Begawan. Mencicipi rasa Nasi Katok Mama di Bandar Seri Begawan adalah hal terakhir yang kami lakukan setelah berkeliling kota seharian.

Untungnya, salah satu kedai Nasi Katok Seri Mama terletak tidak jauh dari Hotel Jubilee, tempat kami menginap. Terletak di Jalan Cator, dekat dengan tempat kami naik bis dengan tujuan Miri keesokan harinya. Menjelang Mahgrib, jalanan Bandar Seri Begawan begitu lengang. Tidak ada antrian seperti informasi yang saya dapatkan. Menurut informasi, di jam makan siang biasanya antrian cukup panjang.

Nasi Katok Seri Mama di Jalan Kator ini buka 24 jam. Jadi jam berapa saja lapar, Dengan harga 1 Dollar Brunei, kita sudah mendapatkan nasi putih, sepotong ayam goreng, sedikit kuah dan tentunya sambal. Porsinya memang tidak terlalu besar. Untuk mereka yang porsi makannya besar, mungkin harus membeli minimal 2 bungkus deh.

Setelah dibuka di hotel, ternyata memang porsinya kecil tapi cukup mengenyangkan untuk saya. Sebenarnya sih mirip dengan ayam geprek di Indonesia cuma ayamnya tidak digeprek dengan sambalnya. Hanya dicampur ayam dan sambalnya.

Saat ini, Nasi Katok dapat ditemukan dibanyak tempat di antero Brunei Darussalam. Kedai kecil hingga restoran menyajikan menu ini. Tinggal pilih saja yang mana yang cocok dengan selera Anda. Hanya yang paling direkomendasi oleh banyak orang adalah Nasi Katok Mama. Mau ke Brunei? Jangan lupa mampir ke Nasi Katok Mama ya ….

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!