Bangunan Bersejarah di Jalan Asia Afrika Kota Bandung Yang Terawat

Bangunan Bersejarah di Jalan Asia Afrika Kota Bandung Yang Terawat – Menikmati kota Bandung tidak lengkap jika kita tidak berjalan dan menikmati jalan paling terkenal di kota ini, yaitu Jalan Asia Afrika. Jalan ini terkenal karena gedung tempat dilaksanakannya Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.


Sebelumnya pada jaman penjajahan Belanda, nama jalan ini adalah Grootepostweg. Yang dalam arti harafiahnya adalah Groote : Besar, Post : Pos. Weg : Jalan); mungkin dapat diartikan sebagai Jalan Pos Besar namun lokasi kantor pos tidak di area itu. Untuk kebenarannya saya masih belum tahu.  Grootepostweg ini dibangun pada saat Marschalk Herman Willem Daendles menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada awal tahun 1800. Jalan ini merupakan bagian dari pembangunan jalan Anyer – Panarukan. yang membentang melintasi Jawa Barat yang bertujuan untuk memudahkan akses antar kota di sekitar Priyangan.

Di sepanjang jalan Asia Afrika yang dapat kita tempuh dengan berjalan kaki ini, dengan mudah mata kita akan menikmati banyak bangunan kuno yang masih terawat dengan baik hingga saat ini. Saya salut kepada pemerintah Kota Bandung yang dari tahun ke tahun tetap memelihara keindahan gedung-gedung bersejarahnya.

Dari ujung Jalan Asia Afrika ini kita dapat menjumpai beberapa bangunan bersejarah antara lain yaitu :

KM 0 Bandung

 1.TITIK NOL BANDUNG

Titik Nol atau Kilometer Nol Bandung ini merupakan titik awal pembangunan Bandung pada masa Daendles. Secara tidak langsung Kilometer Nol ini merupakan bagian dari pembangunan Jalan Anyer -Panarukan. Daendles, yang kata-katanya dipahat pada Kilometer Nol ini berharap jika Bandung telah berkembang, ia akan kembali lagi, sayangnya ia tak pernah kembali. Dalam bahasa Belanda tertulis ” Zorg, dat als ik terug kom hier een staad is gebouwd” yang kurang lebih artinya adalah ” Usahakan, jika aku kembali ke sini, daerah ini telah dibangun  menjadi sebuah kota” . Namun impiannya telah terwujud walaupun Daendles tidak pernah melihat sendiri pembangunan kota Bandung.

Monumen Titik Nol / Kilometer Nol ini terlatak persis di depan Kantor Dinas Bina Marga Jawa Barat. Selain Tugu ini juga terdapat juga kereta tumbuk yang dulunya digunakan dalam pembangunan jalan.  Kereta dan Monumen Titik Nol ini dapat disebut juga sebagai bagian dari Sejarah Berdirinya Dinas Bina Marga di Jaman Belanda dan kini masih diteruskan oleh pemerintahan Indonesia.

preanger

2. HOTEL GRAND PREANGER

Hotel Grand Preanger ini awalnya merupakan sebuah toko yang mensupplai kebutuhan para pemilik perkebunan di sekita Kota Bandung. Namun pada tahun 1897 setelah mengalami kebangkrutan, toko ini diubah menjadi sebuah hotel oleh W.H.C. Van Deeterkom. Hotel ini dinamai Hotel Preanger yang diambil dari kata Priangan. Lalu pada tahun 1920 berubah lagi namanya menjadi Grand Preanger. Hotel ini adalah hotel yang paling mewah di jaman itu.

Pada tahun 1929, Profesor Charles Prosper Wolff Schoemaker dibantu oleh muridnya Ir. Soekarno (yang akhirnya menjadi Presiden Pertama Republik Indonesia) mendesain ulang bangunan ini. Sampai hari ini, gedung ini masih berfungsi sebagai hotel berbintang yang dikelola oleh perusahan milik anak bangsa.

merdeka

Bangunan Bersejarah di Jalan Asia Afrika Kota Bandung Yang Terawat

 3. GEDUNG MERDEKA

Gedung Merdeka ini adalah gedung yang paling terkenal di sepanjang Jalan Asia Afrika karena di gedung inilah Konferensi Asia Afrika dilaksanakan pada tahun 1955. Dimana bangsa-bangsa di Asia dan Afrika bersatu, bersepakat untuk membangun kerjasama antar negara serta membantu terciptanya ketertiban dan perdamaian dunia.

Gedung ini awalnya bernama Societet Concordia yan gmeupakan tempat bersosialiasi prang-orang Belanda yang tinggal di sekitar Bandung. Dan pada tahun 1955, nama gedung ini diubah menjadi Gedung Merdeka oleh Presiden Soekarno.

Saat ini, gedung ini tetap ada dan menjadi Museum Konferensi Asia Afrika.

 

masjid

Bangunan Bersejarah di Jalan Asia Afrika Kota Bandung Yang Terawat

4. ALUN-ALUN DAN MASDIJ AGUNG BANDUNG

Alun-alun Kota Bandung menjadi sangat terkenal sejak Ridwan Kamil, Sang Walikota merombaknya. Alun-alun yang bersatu dengan Masjid Agung itu sekarang menjadi tempat wisata dan berkumpulnya warga Bandung. Banyak yang dapat dilakukan disini. Mulai dari duduk-duduk diatas rumput sintetis, bermain, atau melakukan ibadah di masjid Agung. Lapangan rumput seluas 1200 M2 dengan taman yang tertata dengan rapi itu sekarang adalah salah tujuan wisata utama Kota Bandung yang menarik perhatian banyak orang.

Selain itu pengunjung juga dapat menikmati Bandung yang indah dari atas menara kembar Masjid Agung Bandung. Perhatikan pakaian Anda jika Anda ingin masuk ke Menara ini karena ini adalah tempat ibadah. Tiket masuk untuk naik ke menara ini cukup murah. Datang saja di pagi sampai siang hari supaya Anda bisa menikmati indahnya kota Bandung yang dikelilingi gunung yang indah.

IMG_20160227_173453

Bangunan Bersejarah di Jalan Asia Afrika Kota Bandung Yang Terawat

5. GEDUNG BANK OCBC NISP

Di seberang Gedung Merdeka terdapat bangunan kuno yang sangat terawat, dan saya kira ini masih bentuk asli dari bangunan itu. Diatas bangunan itu terdapat tulisan dalam bahasa Belanda : ” Landbouw Benoodigdheben Impor Commissionairs Venduhouders Warenhuis De Vries Export Kunst Boek – Paper Handle” . Tidak tahu apa artinya tapi dari informasi yang saya dapatkan bangunan ini dulunya adalah sebuah toko serba ada pertama yang ada di Kota Bandung, Toserba De Vries yang dimiliki oleh M. Klass de Vries.

Saat ini bangunan ini digunakan sebagai kantor Bank OCBC NISP. Suatu hari, saya ingin masuk ke dalam gedung ini jika bisa. Penasaran ingin melihat bagian dalamnya.

Bangunan Bersejarah di Jalan Asia Afrika Kota Bandung Yang Terawat

6. GEDUNG NEDHANDEL NV

Salah satu gedung yang mungkin kurang menarik mata adalah Gedung Nedhandel NV. Gedung yang dibangun pada sekitar tahun 1912 ini merupakan kantor Nederlandsche Handel Maatchappij (NHM) NV yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang bergerak di bidang perbankan dan merupakan cikal bakal berdirinya Bank ABN AMRO.

Pada tahun 1960, NHM di Indonesia diambil alih oleh pemerintah dan menjadi Bank Export Impor (EXIM). Lalu kini menjadi Bank Mandiri setelah terjadinya merger bank negara pada tahun 1999. Saat ini gedung ini menjadi milik Bank Mandiri dan digunakan sebagai Kantor Operasional Kredit Bank Mandiri.

IMG_20160227_165409_350x480

Bangunan Bersejarah di Jalan Asia Afrika Kota Bandung Yang Terawat

IMG_20160227_163750_268x480

Bangunan Bersejarah di Jalan Asia Afrika Kota Bandung Yang Terawat

7. MONUMEN KONFERENSI ASIA AFRIKA

Monumen Konferensi Asia Afrika ini meupakan bangunan baru di seputaran Jalan Asia Afrika dimasa pemerintahan Ridwan Kamil segaai Walikota Bandung.

Monumen ini dibangun pada tahun 2015 disaat memperingati perayaaan 60 tahun Konferensi Asia Afrika di Bandung dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Ridwan Kamil, sang Walikota sendirilah yang merangcang monumen ini setelah mendapatkan inspirasi dari kata-kata Bung Karno tentang semangat Asia Afrika. Karena itu monumen ini mencerminkan semangat kerjasama antar negara di kawasan Asia Afrika yang akan memberi pengaruh pada dunia.

Monumen dengan bola dunia diatas tembok yang bertuliskan seluruh negara peserta Konferensi Asia Afrika ini akan lebih nampak indah pada malam hari karena akan ada lampu dan air mancur di sekelilingnya.

Semoga Monumen 60 tahun Konferensi Asia Afrika ini akan tetap terawat seperti bangunan-bangunan lain di sepanjang jalan Asia Afrika Bandung.

IMG_20160306_115407

Bangunan Bersejarah di Jalan Asia Afrika Kota Bandung Yang Terawat

8. HOTEL SAVOY HOMMAN

Hotel Savoy Homman Bandung ini merupakan hotel pertama di Kota Bandung yang dibangun oleh keluarga Homman, warga negara Jerman. Menurut sejarah, awalnya hotel ini dibangun dari bambu lalu seiring berkembangnya bisnis, hotel ini dibangun kembali dengan gaya neogothik romantik. Sampai akhirnya pada thun 1939, Alber Aalbers mendesign ualng bangunan ini dengan nuansa art deco hingga saat ini.

Hotel Savoy Homman Bandung ini merupakan tempat menginap tamu negara pada pelaksanaan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Bahakn kabarnya artis komedi dunia Charlie Chaplin juga pernah menginap di hotel berbintang  empat yang terletak persis disamping Gedung Bank OCBC NISP ini.

Saat ini hotel Savoy Homman berada dibawah kelompok manajemen hotel Bidakara.

IMG_20160227_165616_640x358

Bangunan Bersejarah di Jalan Asia Afrika Kota Bandung Yang Terawat

9. GEDUNG PLN DISTRIBUSI JAWA BARAT

Gedung PLN Distribusi Jawa Barat ini dibangun pada tahun 1933 dan dirancang oleh seorang arsitek Belanda C.P.W. Shoemaker. Lalu pada tahun 1948 dikembangkan oleh Gmelig Meyling.

Awalnya pada tahun 1905,  gedung ini bernama Bandoengsche Electriciteit Maatschapij lalu pada tahun 1920  menjadi Bandoeng en Omstreken (Gebeo N.V.) yang merupakan perusahan listrik yang melakukan pendistribusian listrik untuk wilayah Bandung dan sekitarnya.

Pada tahun 1957, gedung Gebeo ini diambil alih oleh pemerintahan Indonesia dan difungsikan menjadi Gedung Perusahaan Listrik Nasional (PLN) untuk area distribusi Jawa Barat.

Seluruh gedung-gedung di sepanjang Jalan Asia Afrika Bandung ini dapat didatangi dengan berjalan kaki karena lokasinya yang saling berdekatan. Jadi jika Anda sedang berada di kota Bandung, tidak ada salahnya Anda berjalan menikmati bangunan bersejarah di Jalan Asia Afrika Kota Bandung yang terawat ini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!