Reruntuhan Candi Songgoriti Di Kota Wisata Batu

Reruntuhan Candi Songgoriti Di Kota Wisata Batu – Waktu saya duduk di Sekolah Dasar dulu, pernah saya dengar tentang Candi Songgiriti. Seingat saya, Candi Songgoriti ini merupakan tempat pertemuan Ken Arok dan Ken Dedes, tokoh utama dalam cerita sejarah Candi Singosari.

Tidak sengaja, di akhir bulan Juni 2019; saya akhirnya melihat sendiri Candi Songgoriti di Kota Wisata Batu. Candi ini saat ini berupa reruntuhan yang menurut informasi memang belum digali lebih lanjut oleh Dinas Purbalaka. Namun, keberadaan reruntuhan Candi Songgoriti di Kota Wisata Batu membuktikan usia peradapan Kota Batu sudah cukup tua.

Berdasarkan informasi lebih lanjut yang saya dapatkan, Candi Songgoriti ini diperkirakan dibangun pada abad 9-10 Masehi. Atas keinginan Mpu Sindok, Raja pertama Kerajaan Medang untuk membangun tempat peristirahatan bagi keluarga kerajaannya. Mpu Sindok yang bergelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramadharmotunggadewa memerintah Kerajaan Medang pada tahun 929-947 Masehi.

Salah seorang petinggi kerajaan Medang yang bernama Mpu Supo mendapatkan titah untuk membangun tempat perisirahatan ini. Sebuah tempat sejuk di dekat mata air sesuai keinginan raja ditemukan. Kawasan yang ditemukan ini sekarang dikenal dengan nama Songgoriti.

Ada hal yang menarik dengan Candi Songgoriti ini. Di bawah candi ini, terdapat 3 (tiga) sumber mata air yang sampai saat ini masih mengalir. Ketiga sumber mata air ini mengalirkan air dengan suhu berbeda-beda. Satu sumber mata air dingin, lalu satu sumber mata air panas dan satu lagi sumber air belerang. Ketiga lokasinya saling berdekatan dan masih mengalirkan air hingga hari ini.

Awalnya Candi Songgoriti ini ditemukan oleh seorang arkeolog Belanda bermana Wouter Hendrik Van Ijsseldik pada tahun 1799. Lalu berturut-turut diperbaiki oleh Jonathan Rigg pada tahun 1849 dan Jan Frederik Gerrit Brumund pada tahun 1863. Candi Songgoriti Di Kota Wisata Batu yang kita lihat saat ini merupaan hasil restorasi yang dilakukan oleh Oudheidkundige Dienst Hindia Belanda pada tahun 1938 – 1944.

Perkiraan beberapa orang, bangunan utuh Candi Songgoriti ini ada di dalam timbunan tanah. Entah mengapa pekerjaan arkeologi tidak dilanjutkan. Batu-batu dari candi ini sebagian terserak di beberapa area. Sebagian sudah termakan waktu, sebagian lagi masih memiliki corak pahatan yang jelas.

Walaupun bangunan dan bentuk arca di Candi Songgoriti tidak lengkap, candi ini masih digunakan untuk sembahyang atau ritual lain. Saya masih menemukan sesajen bunga di bagian depan candi.

Bagi Anda yang ingin melihat keberadaan Candi Songgoriti ini, Anda harus menemukan Pemandian Air Panas Alam Songgoriti (PAPA). Di halaman depan pemandian inilah berdiri Candi Songgoriti. Tidak ada tiket masuk untuk melihat Candi.

Jikalau Anda naik kendaraan umum dari arah Malang, turunlah di Terminal Kota Batu. Dari sana, Anda harus naik Angkutan Kota berwarna hijau dan turun di Pemandian Air Panas Songgoriti. Jika Anda naik bis dari arah Jombang atau Kediri, Anda turun di Songgoriti dan naik angkutan warna hijau atau naik ojek.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
error: Content is protected !!