Pecel Pitik dan Kopi Jaran Goyang Kuliner Unggulan Suku Osing

Pecel Pitik dan Kopi Jaran Goyang Kuliner Unggulan Suku Osing – Tulisan ini masih tentang Suku Osing dan tradisinya yang menarik. Suku Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah di Kabupaten Banyuwangi ini juga memiliki kekayaan kuliner yang tidak dapat ditemukan di daerah lain di Indonesia. Pecel Pitik dan Kopi Jaran Goyang Kuliner Unggulan Suku Osing yang sudah terkenal itu layak kita coba jika kita berkunjung ke Suku Osing di Desa Kemiren ini.


Pecel Pitik mungkin masih asing bagi banyak orang di Indonesia. Saat mendengar nama ini untuk pertama kalinya, saya masih belum bisa membayangkan bagaimana bentuk makanan yang disebut dengan Pecel Pitik. Sebagai orang yang lahir dan besar di Jawa, pecel yang saya tahu adalah aneka sayuran yang rebus lalu diberikan bumbu saus kacang dan dimakan dengan rempeyek. Ternyata tidak demikian dengan  Pecel Pitik ala Suku Osing.

Pecel Pitik dan Kopi Jaran Goyang Kuliner Unggulan Suku Osing

Di Suku Osing, Pecel Pitik adalah masakan dari ayam panggang yang dicampur dengan kelapa yang telah diberikan bumbu. Ya, seperti urap-urap ala orang Jawa. Rasanya enak, gurih, manis dan asin.

Pecel Pitik di Suku Osing ini merupakan bagian dari upacara Tumpeng Sewu yang diadakan sebagi ungkapan rasa syukur suku Osing atas rejeki yang diberikan oleh Tuhan selama satu tahun. Upacara ini dipercaya sebagai tolak bala untuk menjauhkan warga Suku Osing dari malapetaka. Tradisi turun temurun ini dilaksanakan setiap memasuki bulan Haji. Pecel Pitik itu sendiri mempunyai makna ngucel-ucel barang cilik yang dapat diartikan dengan berhemat dan bersyukur.

Jika Anda datang pada acara Tumpeng Sewu ini, Anda dapat makan bersama dengan penduduk karena tumpeng dengan pecel pitik ini akan dimakan bersama didepan rumah penduduk dengan lesehan.

Kopi Jaran Goyang Kuliner Unggulan Suku Osing

Selain Pecel Pitik, pesona kuliner lain dari Suku Osing adalah Kopi Kemiren. Kopi merupakan bagian dari budaya Osing karena ada Festibal Ngopi Sepuluh Ewu yang juga menjadi agenda tahunan Festival Osing.  Makna festival Ngopi Sepuluh Ewu ini lebih pada persaudaraan dimana sekali menyeduh kopi maka kita bersaudara. Di hari itu, semua keluarga Suku Osing di Desa Kemiren akan keluar rumah dengan menyajikan kopi dalam cangkir-cangkir kuno cantik. Meja kursi yang diatur di depan rumah seolah menyambut siapapun yang datang sebagai saudara untuk menikmati kopi bersama.

Dengan adanya festival ini, kopi dari Desa Kemirenpun makin dikenal di masyarakat apalagi Banyuwangi juga dikenal sebagai salah satu penghasil kopi di Jawa Timur ini. Kopi dari Desa Kemiren ini telah dikembangkan dan diolah menjadi kopi bubuk yang nikmat. Dibanderol dengan nama Kopi Jaran Goyang, kopi hasil petani Desa Kemiren ini telah melanglang buana.

Kopi ini diolah secara mandiri dalam industri rumah tangga. Disangrai di dapur tradisional dengan wajan dari tanah liat dan api dari kayu bakar membuat aroma kopi Jaran Goyang ini semakin nikmat. Seduh dengan air mendidih, dan nikmatilah Kopi Jaran Goyang unggulan Desa Kemiren.

Desa Wisata Suku Osing Desa Wisata Suku OsingKopi Jaran Goyang ini tersedia di beberapa tempat di Desa Kemiren. Diantaranya adalah di Pesantogan Kemangi atau di Warung Mbak Yah yang lokasinya tidak jauh dari Taman Wisata Osing. Monggo mampir untuk membeli Kopi Jaran Goyang khas Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.

 

 

One Response

  1. http://tumpengjakarta.id August 29, 2017

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
error: Content is protected !!