Bagaimana Cara Menanam Jahe Sendiri di rumah – Jahe adalah salah satu bumbu yang terkenal dengan manfaat yang menakjubkan untuk kesehatan serta memiliki rasa pedas yang unik. Tetapi tahukah Anda jika jahe sebenarnya sangat mudah untuk tumbuh sendiri? Tanaman jahe yang dalam bahasa latinnya disebut dengan Zingiber officinale, berasal dari hutan hujan tropis di Asia Selatan dan masih serumpun dengan kunyit, kapulaga dan lengkuas. Namun terlepas dari sejarah ini, Anda tidak harus tinggal di daerah tropis untuk dapat menanam jahe. Jahe juga dapat tumbuh di iklim udara yang lebih dingin juga. Dengan beberapa perawatan dasar, Anda dapat menanam jahe yang serba guna ini dengan berlimpah.
BAGAIMANA MEMULAINYA
Mudah sekali untuk mendapatkan akar jahe segar di pasar maupun di toko di sekitar kita. Akar yang tumbuh secara organik adalah bagian yang terbaik akan tetapi semua akar yang berada dalam keadaan baik akan tumbuh dengan baik. Jangan mencoba menanam jenis jahe hias karena jenis ini tidak dapat dimakan. Pastikan Anda mendapatkan jenis jahe biasa yang dapat dikonsumsi.
Carilah akar yang kuat dan utuh yang memiliki beberapa tunas pertumbuhan atau mata pada ujungnya. Akar yang lebih besar dapat dipotong menjadi beberapa bagian kecil dengan pisau yang bersih jika dibutuhkan. Setiap bagian harus memiliki setidaknya 3 (tiga) mata di setiap potongannya.
PENANAMAN DAN PEMELIHARAAN
Jahe membutuhkan waktu 8-10 bulan dari mulai tanam hingga panen. Jika Anda tinggal di daerah tropis, jahe dapat ditanam di luar pada awal musim hujan dan biarkan hingga dia masak. Di daerah dengan musim tanam yang lebih pendek, Anda memiliki beberapa alternatif. Anda dapat menanam akar dalam kotak / pot sepanjang waktu atau Anda dapat menanamnya dalam pot selama musim dingin dan menanam dalam tanah saat musim semi tiba.
Karena jahe adalah tanaman tropis, maka ia tidak dapat tumbuh dalam suhu beku. Jika Anda ingin menanam jahe di dalam rumah, hitunglah mundur dari tanggal saat musim dingin tiba. Contohnya, jika biasanya musim dingin datang di tanggal 1 September, maka tanamlah jahe pada sekitar bulan Desember atau Januari. Lalu tanamlah mereka dalam tanah / di kebun saat resiko salju telah lewat. Lalu panen dapat dilakukan di bulan Agustus sebelum musim dingin berikutnya tiba.
Jahe akan menghasilkan aroma terbaiknya jika di tanam di tanah, jika dibandingkan dengan menanamnya di campuran media tanam komersial. Hal ini setara dengan usaha yang harus dilakukan mulai menanam di dalam pot di rumah dan menanamnya kembali di tanah di luar rumah. Namun jika Anda hanya memiliki sedikit area tanam di kotak atau pot maka pastikan Anda menggunakan campuran media tanam yang mengandung banyak materi organic. Anda juga dapat menggunakan campuran tanah dengan kompos dalam rasio 1:1. Hindari menggunakan tanah liat karena tanah jenis ini menyimpan air terlalu banyak.
Tanamlah akar jahe dalam tanah sedalam sekitar 5 sentimeter ( 2 inchi), dengan meletakkan mata tumbuh lurus ke atas. Seiring dengan berjalannya waktu, maka akar jahe akan muncuk ke permukaan tanah dengan sendirinya. Hal ini normal dan munculnya akar adalah hal yang biasa terjadi. Jika Anda menanamnya dalam kontainer / pot, pastikan bahwa pot yang Anda gunakan memiliki tinggi / dalam minimal 30 sentimeter serta cukup lebar.
Berbicara tentang cuaca tropis dalam pemeliharaan, jahe menyukai kondisi teduh, hangat dan kelembaban yang tinggi, lokasi yang terlindungi dan tanah yang lembab. Cobalah untuk menjaga agar jahe tidak langsung tersengat sinar matahari maupun angina, Serta jangan terlalu banyak disirami karena akan menyebabkan busuknya akar. Tanaman jahe yang ditanam di dalam rumah juga dapat membantu menjaga kelembaban.
Jahe akan menghasilkan aroma terbaiknya jika di tanam di tanah, jika dibandingkan dengan menanamnya di campuran media tanam komersial. Hal ini setara dengan usaha yang harus dilakukan mulai menanam di dalam pot di rumah dan menanamnya kembali di tanah di luar rumah. Namun jika Anda hanya memiliki sedikit area tanam di kotak atau pot maka pastikan Anda menggunakan campuran media tanam yang mengandung banyak materi organic. Anda juga dapat menggunakan campuran tanah dengan kompos dalam rasio 1:1. Hindari menggunakan tanah liat karena tanah jenis ini menyimpan air terlalu banyak.
Memupuk tanaman jahe secara teratur akan membantu meningkatkan nutrisi tanah. Anda bisa menggunakan mulsa dan kompos jika Anda menumbuhkan jahe diluar. Hal ini sangat penting jika Anda berada di daerah yang memiliki curah hujan tinggi, yang mungkin saja dapat menghilangkan nutrisi tanah. Jika Anda menggunakan kotak / pot, tambahkan kompos secara berkala atau gunakan pupuk komersial yang dikhususkan untuk sayuran.
MEMANEN JAHE
Daun-daun pada jahe akan mati secara alamiah pada saat menjelang panen. Panen dapat dilakukan kapan saja di masa ini. Jika Anda menanam di tanah maupun di pot, Anda dapat menggali seluruh bagian tanaman untuk memanennya. Potong saja rumpun / tunas yang tua, cuci bersih dan siap digunakan.
Bagaimana cara menanam jahe sendiri di rumah, jika Anda tinggal di negara tropis, panenlah jahe Anda setiap tahun dan tanam ulang pada saat bersamaan. Jahe akan tumbuh baru saat awal musim semi, jadi panen dan penanaman kembali adalah langkah terbaik dilakukan pada akhir musim dingin yaitu sebelum tunas mulai bertumbuh.
Jika Anda menumbuhkannya di kotak /pot, Anda juga dapat menanam yang segera setelah panen supaya dapat tumbuh lagi di tahun depan.
Jahe yang telah dipanen akan bertahan selama kurang lebih 2 bulan di lemari pendingin. Anda dapat membekukannya untuk penyimpanan yang lebih lama.
Bagaimana Cara Menanam Jahe Sendiri di Rumah ternyata mudah dilakukan bukan?
Sumber : http://www.care2.com/




