Mengenal Pusat Peribadatan Puja Mandala di Nusa Dua Bali

Mengenal Pusat Peribadatan Puja Mandala di Nusa Dua Bali – Pulau Bali yang terkenal dengan segala keindahan alamnya juga kaya akan kebudayaan yang membuatnya begitu indah dan dicintai bukan saja orang Indonesia tetapi dunia. Selain itu, ada hal lain yang indah di Pulau Dewata ini yaitu toleransi umat beragama yang tinggi. Walaupun sebagian besar penduduk Pulau Bali beragama Hindu namun menurut saya, kehidupan dan toleransi antar umat beragama terjaga dengan sangat baik. Sepertinya, hampir tidak ada gesekan atau keributan yang terjadi atas alasan agama di pulau yang cantik ini.

Mengenal Pusat Peribadatan Puja Mandala di Nusa Dua Bali Mengenal Pusat Peribadatan Puja Mandala di Nusa Dua Bali

Untuk semakin menguatkan kerukunan antar umat beragama, di Kawasan Nusa Dua ini dibangunlah sebuah kompleks peribadatan bagi 5 (lima) agama yang ada di Indonesia. Mengapa tidak 6 (enam) karena saat ini Konghucu juga masuk dalam daftar agama yang diakui di Indonesia? Untuk menjawabnya, mari kita lihat bagaimana sejarah dibangunnya komplek peribadatan ini setelah itu kita dapat mulai mengenal pusat peribagatan Puja Mandala di Nusa Dua Bali ini.

Pembangunan kompleks Puja Mandala ini adalah saat umat Muslim di kawasan Nusa Dua pada sekitar tahun 1990 amengalami kesulitan untuk beribadah khususnya saat menjalankan ibadah Shalat Jumat. Masjid terdekat di saat itu terletak di kawasan Kuta yang jaraknya cukup jauh dari Nusa Dua. Sangatlah tidak efektif jika mereka harus kembali bekerja dan beraktifitas di kawasan Nusa Dua setelah ibadah Jumat ini.

Pihak MUI dan Yayasan Ibu Batutah mengusulkan pendirian sebuah masjid kepada pemerintah. Sayangnya karena adanya persyaratan dari SKB 2 Menteri yaitu pendirian rumah ibadah hanya dapat dilakukan jika ada sedikitnya 500 warga pemohon yang beragama Islam tinggal disekitar lokasi yang dimohonkan. Untuk memecahkan masalah ini, Bapak Joop Ave mengusulkan pendirian kompleks rumah ibadah bagi semua agama yang ada di Indonesia serta menampilkan kerukunan hidup beragama penduduk Indonesia. Presiden Soeharto menyetujui pendirian kompleks yang dinamakan Puja Mandala ini. Nah, karena di tahu 90-an, Konghucu belum masuk dalam daftar agama yang diakui oleh pemerintah Indonesia maka hanya ada 5 (lima) agama saja yang tempat ibadahnya berada di Puja Mandala ini.

Mengenal Pusat Peribadatan Puja Mandala di Nusa Dua Bali

Di kawasan seluas kurang lebih 2 (dua) hektar pemberian PT. BTDC (Bali Tourism Development Center) berdirilah masjid, pura, vihara dan 2 (dua) buah gereja masing-masing untuk umat Katolik dan satu lagi Kristen Protestan. Luasan tiap lahan sama besarnya dan pembangunannya dilakukan oleh masing-masing umat. Saat diresmikan pada tahun 1997, baru 4 (empat) tempat ibadah yang selesai dibangun yaitu Gereja Katolik, Gereja Protestan, Masjid dan Pura. Sedangkan Vihara baru selesai pada tahun 2003.

Saat saya berkesempatan berada di kawasan Jimbaran beberapa bulan lalu, saya mengikuti ibadah di Gereja Kristen Protestan Bukit Doa. Lokasinya tidak jauh dari kawasan Pantai Muaya. Saya memesan taksi online pagi hari dan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai di Kompleks Puja Mandala ini. Taksi online yang saya tumpangi menurunkan saya di halaman parkir yang cukup luas untuk menampung kendaraan semua umat yang datang beribadah. Di  hari Minggu pagi itu, umat Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa juga menjalankan ibadah.

Mengenal Pusat Peribadatan Puja Mandala di Nusa Dua Bali

Selain sebagai tempat ibadah, Pusat Peribadatan Puja Mandala ini juga menjadi daya tarik wisatawan yang melintas di kawasan ini. Pura terletak di sisi paling timur kompleks dan diakhiri dengan Masjid di sebelah barat. Bangunan tiap-tiap rumah ibadah ini unik dan tetap memiliki nuansa Bali walaupun tidak meninggalkan pakem utamanya. Di Gereja Kristen Protestan Bukit Doa yang saya ikuti ibadahnya, bangunannya bernuansa Bali desainnya terbuka tanpa dinding samping dan tanpa pendingin ruangan. Unik!

Dari kompleks tempat ibadah 5 (lima) agama ini, saya sempat mencatat jam ibadah dari Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa dan Gereja Kristen Protestan Bukit Doa yang mungkin Anda butuhkan jika sedang berlibur di Pulau Bali dan tinggal di kawasan Nusa Dua ataupun Jimbaran. 

GEREJA KATOLIK BUNDA MARIA SEGALA BANGSA

Misa Umum Sabtu – Bahasa Indonesia : 18.00 WITA

Misa Umum Minggu – Bahasa Indonesia : 08.00 WITA

Misa Umum Minggu – Bahasa Inggris : 18.00 WITA

Mengenal Pusat Peribadatan Puja Mandala di Nusa Dua Bali

GEREJA KRISTEN PROTESTAN BUKIT DOA

Ibadah Minggu – Bahasa Indonesia : 08.00  &  18.00 WITA

Ibadah Minggu – Bahasa Inggris  : 10.00 WITA

Sekolah Minggu : 10.00 WITA

Mengenal Pusat Peribadatan Puja Mandala di Nusa Dua Bali

Untuk mengenal pusat peribadatan Puja Mandala di Nusa Dua Bali ini, mari kita mengenal satu-persatu nama tempat ibadah 5 agama ini yaitu :

  1. Pura Jagat Natha
  2. Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa
  3. Wihara Budhina Guna
  4. Gereja Kristen Protestan Bukit Doa
  5. Masjid Ibu Batutah

 

KOMPLEKS PUSAT PERIBADATAN PUJA MANDALA

Jalan Kuruksetra

Dusun Bualu – Benoa

Kecamatan Kuta Selatan

Bali

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
error: Content is protected !!