Transportasi Dari Tulungagung Ke Blitar Dengan Menyeberangi Sungai Brantas

Transportasi dari Tulungagung Ke Blitar dengan menyeberangi Sungai Brantas – Di saat lalu lintas semakin padat di hampir semua kota di Indonesia, tidak terkecuali di Kota Blitar dan Kota Tulungagung di Jawa Timur. Jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, saat ini harus ditempuh dalam waktu yang cukup lama. Karena itu banyak sekali jalan tikus atau jalan alternatif yang dicari orang untuk memperpendek waktu tempuh perjalanannya.

Jika Anda berkendara melintasi Kabupaten Tulungagung menuju Kabupaten Blitar ada satu cara untuk mengurangi waktu tempuh dan jarak yang kurang lebih 25 – 30 KM. Alternatif ini bukan dengan memotong jarak melalui jalan tikus tetapi dengan melintasi Sungai Brantas yang mengalir di kedua kota ini.

Nambang dari Tulungagung Ke Blitar Nambang dari Tulungagung Ke Blitar

Transportasi Dari Tulungagung Ke Blitar Dengan Menyeberangi Sungai Brantas ini disebut oleh penduduk sekitar dengan nama Nambang. 

Mengapa disebut Nambang, karena penyeberangan ini menggunakan perahu dan tali tambang yang sangat kuat untuk menyeberangi Sungai Brantas ini.

Kegiatan nambang ini adalah alternatif bertransportasi dengan menggunakan perahu tradisional yang ukurannya cukup besar dan ditopang dengan tali besi baja yang terbentang diantar kedua tepian sungai di kedua belah sisi, baik Kota Tulungagung maupun Kota Blitar. Tujuan penggunaan tambang ini adalah agar perahu tidak terbawa arus Sungai Brantas yang kadang cukup deras.

Kegiatan nambang ini dapat ditemukan di beberapa kota Di Jawa Timur selain di Tulungagung dan Blitar ini, seperti di Gresik. Untuk di daearah Tulungagung, dapat ditemukan di Desa Ngunut di Tulungagung dan menghubungkannya dengan Desa Gandekan Wonodadi di Blitar.

Kapasitas satu kali angkut dengan perahu nambang ini adalah sekitar 4-6 kendaraan roda empat dan belasan sepeda motor. Semua kendaraan ini tentunya akan diangkut dengan pengemudi dan penumpangnya. Setiap kendaraan yang akan ditambang, akan masuk satu persatu ke kapal dan tentunya diatur dengan baik oleh petugas.

Untuk penambangan di Ngunut ini oleh pihak pengelola diberi nama Brantas Express. Kegiatan ini beroperasi selama 24 (dua puluh empat jam) dalam 7 hari. Jika malam hari, lingkungan sekitar nambangan ini dilengkapi dengan penerangan yang cukup baik.  Waktu tempuh dari Tulungagung ke Blitar dengan nambang ini menjadi maksimal hanay 30 menit untuk jarak 25-30 KM.

Kegiatan nambang ini bisa dikatakan tidak pernah sepi penumpang setiap harinya. Mulai pagi hingga pagi lagi, selalu saja ada penumpang yang perlu diangkut.

Jika di hari libur ataupun Lebaran, perahu nambangan ini akan memiliki antrian penumpang yang cukup panjang.

Tarif angkut tiap kendaraan berbeda, begitu juga kendaraan yang kosong dan yang berpenumpang juga berbeda. Pada harga tahun 2017,  harga angkut adalah sebagai berikut :

Sepeda motor : Rp. 3.000

Tossa / Sepeda motor roda 3 : Rp. 5.000

Kendaraan roda 4 kosong : Rp. 12.000 – dengan isi penumpang : Rp. 15.000

ELF kosong : Rp. 20.000 – dengan isi penumpang : Rp. 25.000

Truk Engkel kosong  : Rp. 20.000 – dengan isi penumpang: Rp. 30.000

Truk Dobel kosong : Rp. 25.000 – dengan isi penumpang : Rp. 40.000

Pastikan kendaraan Anda direm dengan benar dan tidak blong untuk menghindari kecelakaan. Ada beberapa kejadian, mobil yang remnya bermasalah atau lupa memasang rem, bergerak dan masuk ke Sungai Brantas. Tapi sejauh ini, menyeberang Sungai Brantas dengan nambang ini adalah kegiatan yang aman.

Ayo mencoba Tambangan (Nambang), alat transportasi Dari Tulungagung Ke Blitar dengan Menyeberangi Sungai Brantas.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
error: Content is protected !!