Menilik Isi dan Keunikan Pusat Barang Kuno Pasar Triwindu Solo

Menilik Isi dan Keunikan Pusat Barang Kuno Pasar Triwindu Solo – Beberapa kali saya datang ke Kota Solo, dan tidak pernah bosan dengan kota ini. Selain terkenal dengan batiknya yang cantik, Kota Solo juga terkenal aneka kuliner yang memanjakan lidah. Sebut saja nasi liwet Bu Wongso Lemu, Selat Solo dan masih banyak lagi.

Selain pusat batik dan surga kuliner, Kota Solo juga sarat akan kebudayaan. Sejak sebelum jaman penjajahan Belanda dan terpecah, Kerajaan Mataram telah kaya akan budaya adiluhung. Karena itu, di Kota Solo kita menemukan ada 2 (dua) istana yaitu Keraton Solo dan Puri Mangkunegaran.

Suatu siang dengan niatan berjalan kaki menuju Puri Mangkunegaran dari arah Hotel Novotel Solo, saya menemukan Pasar Triwindu. Sebelumnya saya pernah membaca tentang pasar ini saat Bapak Joko Widodo menjabat Walikota Solo. Ternyata lokasi pasar ini ada di sebelah selatan Puri Mangkunegaran yang menjadi tujuan awal saya. Sangat dekat, mungkin hanya sekitar 10 menit berjalan kaki.
Akhirnya, saya memutuskan untuk mampir ke Pasar Triwindu ini. Menyusuri setiap lorong pasar ini membuat saya kagum. Ternyata banyak sekali barang antik dan unik yang dijual di Pasar Triwindu. Mulai dari kalung, gelang, perlengkapan dan perhiasan menari, lampu antik, piring, hiasan dinding, patung hingga cetakan batik cap. Hampir semua toko di pasar ini terisi dengan barang yang unik.

Saya yakin, jika Anda adalah pecinta barang-barang vintage; pasti Anda akan betah berlama-lama disini. Walaupun saya bukan pecinta barang kuno, saya sangat menikmati berlama-lama di Pasar Triwindu ini. Jika teliti, kita dapat menemukan barang yang cantik, unik dengan harga yang masuk akal.

Beberapa barang datang dalam keadaan kotor. Agar memiliki nilai jual lebih, para penjual di pasar ini membersihkan dan beberapa memperbaikinya. Di satu sudut saya melihat ibu-ibu pemilik toko yang mencuci dan mengeringkan sabuk kuningan penari dan cap batik. Tak heran jika banyak orang bahkan dari luar kota yang datang mencari barang antik di Pasar Triwindu ini.

Menurut informasi, mereka yang menilik isi dan keunikan pusat barang kuno Pasar Triwindu Solo ini tidak hanya datang dari daerah terdekat. Ternyata pasar ini terkenal hingga ke manca negara. Luar biasa bukan? Siang itu saya melihat beberapa turis sedang memilih barang di salah satu kios di Pasar Triwindu ini.

Harga barang di Pasar Triwindu ini bervariasi. Tapi, hampir semua harga dapat ditawar kembali. Nah, yang pintar dalam tawar-menawar harga, bisa dibuktikan kemampuannya di pasar ini. Untuk barang yang benar-benar bagus, harganya tidak dapat turun banyak; begitu informasinya.

Beberapa toko sudah memiliki pelanggan tetap dan setia. Jika ingin membeli barang tertentu yang mereka inginkan, para pelanggan ini sudah langsung menuju toko tertentu pula. Bukan lagi berputar dan mencari-cari bahkan beberapa sudah langsung dihubungi terlebih dahulu oleh penjualnya. Jika mata Anda awas, pasti Anda tidak akan terkecoh dengan barang reproduksi.

Sebelum saya menutup tulisan ini, saya ingin berbagi sedikit tentang sejarah berdirinya Pasar Triwindu kepada Anda. Pasar ini didirikan pada tahun 1939 oleh KGPAA Mangkunegara VII. Pendirian Pasar Triwindu ini bertepatan dengan peringatan 24 tahun beliau menjadi Pengageng Pura Mangkunegaran.

Nama pasar ini sempat berganti menjadi Pasar Windujenar. Namun kini pasar yang pengelolaanya di bawah pemerintah Kota Soli ini kembali menggunakan nama aslinya Triwindu.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!