Mengenang Jejak Bisnis Rokok di House of Sampoerna Surabaya

Mengenang Jejak Bisnis Rokok di House of Sampoerna Surabaya – Saya yakin semua orang di Indonesia ini pasti mengenal nama Dji Sam Soe (234). Betul, ini adalah merek rokok produk dari H.M. Sampoerna. Produsennya adalah pabrik rokok terbesar di Indonesia yang memproduksi baik rokok kretek maupun rokok putih.

Bisnis rokok ini diawali oleh sepasang suami istri Liem Seeng Tee dan Siem Tjiang Nio, imigran dari Fujian, Tiongkok. Pada tahun 1913, mereka memulai bisnis dari rumah dengan produk rokok kretek Dji Sam Soe. Lalu pada tahun 1930, bisnis ini berkembang dan dijadikan sebuah perusahan dengan nama NVBM Handel Maatschapij Sampoerna. Rokok yang diproduksi di masa ini adalah rokok kretek yang digulung secara manual dengan tangan.

Setelah bisnisnya berkembang cukup pesat, keluarga ini membeli sebuah bangunan bekas panti asuhan milik Belanda di kawasan Krembangan Utara. Gedung ini kemudian disulap menjadi pabrik rokok kretek Sampoerna serta rumah hunian keluarga Liem Seeng Tee.

Oh ya, nama Sampoerna ini akhirnya digunakan sebagai nama keluarga Liem Seeng Tee saat naturalisasi menjadi warga negara Indonesia. Sedangkan nama jalan dimana bangunan seluas 1,5 hektar ini berdiri dinamakan Jalan Taman Sampoerna.

Pada tahun 2003, saat PT H.M. Sampoerna merayakan ulang tahunnya yang kesembilan puluh; manajemen perusahaan ini membuka sebagian bangunannya untuk umum. Yaitu dengan menjadikan auditorium sentral bangunan ini sebagai sebuah museum. Sebelumnya, pada tahun 1932 – 1961, auditorium ini sempat difungsikan sebagai bioskop. Konon kabarnya, artis dunia Charlie Chaplin pernah mengunjungi bioskop ini saat berkunjung ke Surabaya.

Di museum yang kemudian dikenal dengan nama House of Sampoerna ini, para pengunjung dapat melihat banyak hal. Mulai dari sejarah pendirinya, koleksi baju, meja kerja, serta foto pendiri dan keluarga Sampoerna. Di sisi yang lain, terdapat miniatur warung atau toko kelontong tempat keluarga Liem Seeng Tee menjual rokoknya pertama kali. Selain itu, kita juga dapat melihat sepeda yang dipakai keluarga ini serta contoh kemasan tembakau dan cengkehnya.

Setelah itu kita akan masuk ke era Sampoerna yang modern. Pada tahun 2005, Philip Morris International mengakuisisi sebagian besar saham PT. H.M. Sampoerna. Pengunjung akan mengenal para petinggi perusahaan ini sejak awal hingga yang terbaru di lorong kedua bangunan House of Sampoerna ini.

Pada bagian berikutnya, pengunjung akan melihat salah satu mesin cetak yang pernah digunakan di area produksi PT. H.M. Sampoerna. Tak lupa, seperangkat alat dan seragam marching band. Mengapa ada pojok marching band disini?

Di tahun 1990, PT. H.M. Sampoerna pernah mengirimkan para karyawan produksi yang tergabung dalam kelompok marching band pada Tournament of Roses di Pasadena Amerika Serikat. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan baik untuk Indonesia maupun karyawan PT. H.M. Sampoerna.

Untuk mengenang jejak bisnis rokok di House of Sampoerna Surabaya, pengunjung bisa melihat ruangan yang dulu digunakan sebagai area produksi rokok Dji Sam Soe. Beberapa tahun lalu, pengunjung masih dapat melihat kegiatan produksi rokok kretek terkenal ini secara nyata. Sayangnya, sejak tahun 2019, seluruh produksi dipindahkan ke pabrik di kawasan Rungkut.

Setelah selesai berkeliling di area utama House of Sampoerna, pengunjung dapat membeli cendera mata di kios yang berada di bagian belakang Cafe Tanamera. Di kios ini tersedia banyak produk dengan kualitas premium. Barang yang ditawarkan berupa kaos, tas, topi, pernak-pernik, kartu pos hingga batik Jawa Timuran.

Jika masih ada waktu lebih, Anda dapat masuk ke Museum Musik Indonesia yang terletak di sisi lain gedung auditorium. Pada bagian ini, terdapat beberapa koleksi alat musik Indonesia, piringan hitam dan beberapa koleksi lain yang berhubungan dengan musik.

Sudah lelah berkeliling House of Sampoerna? Mari mampir dan beristirahat sejenak di Cafe Tanamera. Di cafe ini, para pengunjung dapat menikmati secangkir kopi atau minuman lain. Bahkan jika Anda lapar, penganan dan makanan juga tersedia. Soal rasa, menurut saya lumayan, tidak terlalu istimewa.

Penasaran dengan House of Sampoerna? Yuk langsung saja datang ke Jalan Taman Sampoerna, Surabaya. Tidak perlu membayar sepeserpun untuk masuk ke House of Sampoerna ini.

Anda juga bisa ikut Surabaya Heritage Tour yang disediakan gratis bagi wisatawan yang datang ke kota Surabaya loh. Info tentang tour ini, akan saya ulas pada tulisan saya berikutnya ya.

HOUSE OF SAMPOERNA

Jalan Taman Sampoerna 6, Krembangan Utara, Surabaya

Tel : +62-31-353 9000

Jam Operasional : Selasa – Minggu jam 0900 – 1800

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!