Kesibukan Selepas Subuh di Jalan Malioboro Yogyakarta

Kesibukan Selepas Subuh di Jalan Malioboro Yogyakarta – Pagi itu saya dan beberapa rekan sengaja bangun pagi untuk sedikit berolahraga di sepanjang Jalan Malioboro. Selepas subuh kami berjalan meninggalkan tempat kami menginap menuju Jalan Malioboro, terus berjalan hingga di Alun-alun Keraton Yogyakarta.


Pagi itu, jalanan masih begitu sepi. Hanya ada beberapa kendaraan bermotor yang lewat dan sebuah bus trans Jogja yang mungkin adalah trayek pertama hari itu sedang berhenti di haltenya. Toko-toko masih tutup dan trotoar tempat para pedagang kaki lima berjualanpun masih sepi. Hampir semua dagangan mereka masih dalam terbungkus rapi. Tukang becakpun masih tidur didalam becak mereka. Kasian juga mereka melawan dinginnya malam hanya dengan plastic yang membungkus becak mereka itu. Di jam itu, para petugas kebersihan sedang giat-giatnya menyapu membersihkan jalanan dari sisa kotoran semalam.

Hanya sedikit pedagang kaki lima yang bersiap menjemput rejeki dalam kesibukan selepas subuh di Jalan Malioboro Yogyakarta. Ibu-ibu yang bejualan oleh-oleh khas Yogyakarta dan para pedagang Koran sudah mulai menggelar dan menghitung dagangannya. Seperti kata orang, jangan bangun siang. Bangun pagi dan segera bekerja agar rejekimu tidak dipatok ayam.

Pasar Beringharjo dan Hamzah Batik a.k.a Mirota Batik yang terkenal itupun belum mulai beroperasi. Kami terus melewatinya sampai akhirnya matahari mulai menampakkan wajahnya. Kami terus berjalan melintasi Benteng Vredeburg dan perempatan kantor pos yang terkenal itu, sisi ujung yang lain Jalan Malioboro.

Bersama kami, banyak orang yang berolah raga juga. Mulai dari berjalan kaki, jogging dan naik sepeda. Menyenangkan! Masih belum banyak dokar, becak dan kendaraan lain yang beroperasi. Jadi cukup aman bagi kami menyeberang jalan raya menuju keraton. Kota Yogyakarta ini memang berbeda, selalu menyenangkan.

IMG_20160127_055348 IMG_20160127_055408 IMG_20160127_055512

Setelah sekitar 30 menit kami sampi juga di alun-alun, waktunya kami kembali lagi menuju penginapan yang akan kami tempuh dalam 30 menit juga. Saat kami kembali kesibukan selepas subuh di Jalan Malioboro Yogyakarta sudah benar-benar hidup. Kendaraan mulai banyak. para penjual makanan mulai beroperasi,  becak mulai dikayuh. Suasana sudah kembali hidup.

Begitulah Kesibukan Selepas Subuh di Jalan Malioboro Yogyakarta

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!