Indahnya Ranu Regulo di Kaki Gunung Semeru

Indahnya Ranu Regulo di Kaki Gunung Semeru – Saya yakin semua orang di Indonesia tahu tentang Gunung Semeru. Gunung berapi aktif tertinggi di Pulau Jawa yang berada di antara Kota Malang, Pasuruan dan Lumajang. Pernah mendengar lagu Dewa yang berjudul Mahameru? Ya, itu adalah sebutan untuk Puncak Semeru.

Gunung Semeru berada dalam pengawasan dan pengelolaan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Untuk mencapai area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, kita harus naik kendaraan 4 tak sejenis jeep. Hal ini dikarenakan medannya yang memang cukup berbahaya. Jalur termudah dan tercepat serta terindah adalah melalui Kota Malang, tepatnya Kecamatan Tumpang.

Titik awal perjalanan menuju Gunung Semeru diawali dari sebuah desa bernama Ranu Pani. Ini adalah desa terakhir di kaki gunung Semeru. Di desa ini, semua pendaki harus melakukan pendaftaran ulang setelah mendaftar online sebelumnya.
Di desa Ranu Pani ini terdapat 2 (dua) danau cantik yang layak dikunjungi selama berada di desa ini. Kedua danau ini adalah danau Ranu Pane dan Danau Ranu Regulo. Ranu sendiri berarti telaga. Ranu Pane berada tepat didekat area parkir kendaraan roda dua.

Sedangkan untuk mencapai Ranu Regulo, kita masih harus berjalan lagi sekitar 15 (lima belas) menit dari Ranu Pane. Kebanyakan orang menikmati indahnya Ranu Regulo di kaki Gunung Semeru ini dengan berkemah. Mengapa? Karena matahari terbit terlihat sangat indah di Ranu Regulo. Apalagi ditambah dengan kabut pagi yang membuatnya semakin cantik dan penuh misteri.

Sayangnya saat datang ke Ranu Regulo, saya tidak berkemah di tepi telaga ini. Saya dan rombongan menginap di salah satu penginapan dekat Ranu Pane. Namun pagi-pagi kami berjalan sambil menikmati udara segar menuju Ranu Regulo. Banyak juga orang yang berkemah di tepi telaga Ranu Regulo. Pagi itu, sebagian masih memasak makan pagi sedangkan yang lain mulai berkemas untuk pulang.

Akses jalan menuju Ranu Regulo mudah dan terbilang mulus. Jalannya adalah jalan tanah dan batu yang telah dilengkapi dengan petunjuk jalan yang jelas dan mudah dimengerti. Tidaklah mengherankan jika Ranu Regulo adalah tempat alternatif berkemah di Kaki Gunung Semeru, bagi yang tidak mampu mendaki.

Tak perlu kecewa jika tidak mampu naik ke Ranu Kumbolo, karena menurut teman yang berkemah; keindahan Ranu Regulo juga tidak mengecewakan. Matahari terbit di titik ini juga sangat indah. Jingga keunguan ditambah kabut, sangat cantik. Berkesan mistis.

Selain indah dan tenang, Ranu Regulo ini juga tempat yang cantik untuk berfoto. Jangan lupa membawa kamera jika Anda akan datang atau berkemah di Ranu Regulo ini. Banyak titik cantik untuk berfoto.

Sebenarnya, ada sebuah rumah kayu di dekat telaga yang dapat disewa untuk bermalam. Namun kondisinya nampak kurang terawat tetapi bagi mereka yang tidak tahan dingin, Anda dapat menyewanya. Oh ya, jika berkemah di Ranu Regulo, Anda harus membawa peralatan berkeman sendiri. Termasuk peralatan memasak selama berada di Ranu Regulo karena pengelola belum menyediakan infrastruktur untuk keperluan ini.

Mungkin Anda datang di sekitar bulan Agustus – September, biasanya suhu udara di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dapat mencapai 0 derajat Celsius. Karenanya, Anda perlu mempersiapkan diri dengan jaket dan baju hangat yang mumpuni. Perlu juga membawa makanan dan air secukupnya selama berkemah. Nah, kalau semua sudah siap indahnya Ranu Regulo dapat dinikmati tanpa gangguan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!